Menganalisis Kebutuhan Beban/Bandwidth
Jaringan
I.
Pengertian Bandwidth Dan
Throughput
Bandwidth
1. Pengertian
Bandwidth
Bandwidth
adalah suatu ukuran dari banyaknya informasi yang dapat mengalir dari suatu
tempat ke tempat lain dalam suatu waktu tertentu. Bandwidth dapat dipakai untuk
mengukur baik aliran data analog mau pun aliran data digital. Satuan yang
dipakai untuk bandwidth adalah bits per second atau sering disingkat sebagai
bps. Satuan ini menggambarkan seberapa banyak bit (angka0 dan 1) yang dapat
mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain dalam setiap detiknya melalui
suatu media. Berikut adalah contoh tabel batasan panjang medium dan kecepatan
maksimum aliran data.
Bandwidth
disebut juga Data Transfer atau Site Traffic adalah data yang keluar masuk ke
account anda dalam sebuah layanan sewa space hosting. Bandwidth adalah luas
atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi.
Dalam kerangka ini, Bandwidth dapat diartikan sebagai perbedaan antara komponen
sinyal frekuensi tinggi dan sinyal frekuensi rendah. frekuensi sinyal diukur
dalam satuan Hertz. Sinyal suara tipikal mempunyai Bandwidth sekitar 3 kHz,
analog TV broadcast (TV) mempunyai Bandwidth sekitar 6 MHz.
Bandwidth
diartikan juga sebagai takaran jarak frekuensi. Dalam bahasa mudahnya, adalah
sebuah takaran lalu lintas data yang masuk dan yang keluar. Dalam dunia
hosting, kita di berikan jatah Bandwidth setiap bulan tergantung seberapa dalam
kita merogoh kocek. Habisnya Bandwidth ditentukan seberapa banyak kita
mengupload atau mendownload. Makin banyak anda melakukan aktivitas upload,
ditambah makin banyaknya pengunjung yang mengakses, maka makin berkurang jatah
Bandwidth yang diberikan.
2. Fungsi
Penggunaan bandwidth
Sebagai
Media untuk Pengiriman Data
Jika
diibaratkan dengan kabel fisik pada LAN yang biasanya digunakan sebagi
penghubung koneksi LAN dengan perangkat komputer maka dalam hal ini Mengenal
Bandwidth berfungsi sebagai media yang dapat menghubungkan jalannya proses
transfer pada data.
Sebagai
Pembatas Kecepatan Transfer
Meskipun
berfungsi sebagai media penghubung jalannya proses data namun Mengenal
Bandwidth juga bekerja sebagai pembatas dari kecepatan transfer data tersebut.
Umumnya hal ini dimanfaatkan oleh para administrator guna mengelola jaringan
supaya dapat terhindar dari tindakan pencurian data.
Sebagai
Pembatas Kecepatan Pengiriman Data
Juga
dapat berfungsi sebagai pembatas kecepatan pengiriman data dalam satuan waktu
tertentu, biasanya digunakan oleh pihak administrator sebagai contoh pihak
administrator menyediakan bandwidth 1GB perbulan dengan mempertimbangkan jumlah
perangkat yang digunakan, maka batas maksimal data yang bisa dikirim hanya 1GB
dan tidak bisa lebih.
3. Macam-Macam
Bandwidth
Bandwidth
Analog
Merupakan
rentang antara frekuensi yang terendah dengan frekuensi yang tertinggi yang
digunakan pada transmisi signal radio (digital ataupun analog) dalam satuan
Hertz (Hz) yang dapat menentukan banyaknya informasi yang dapat ditransmisikan
dalam suatu saat.
Bandwidth
Digital
Merupakan
jumlah atau banyaknya data (bit) yang dapat dikirimkan dan diterima melalui
sebuah saluran komunikasi tanpa adanya distorsi dalam 1 detik. Satuannya adalah
bits, Byte, Kilo, Mega, Giga.
1Byte (1B) = 8bits
1 Kilobit (1kb) =
1.000bits
1KiloByte(1KB) =
8.000bits
1Megabit (1Mb) =
1000.000bits
1Gigabits(1Gb) =
1.000.000.000 bits.
4. Faktor
yang Mempengaruhi Bandwidth
·
Perangkat
jaringan yang digunakan.
·
Topologi
jaringan yang digunakan.
·
Tipe
data yang ditransfer.
·
Banyaknya
pengguna jaringan.
·
Spesifikasi
komputer server.
·
Spesifikasi
komputer client/user.
·
Induksi
listrik maupun cuaca.
Throughput
Throughput adalah
bandwidth aktual. Jika bandwidth adalah batas maksimum, throughput adalah
sesuai dengan data aktual yang mengalir pada media transmisi.
Misalnya, jika Anda
menggunakan Internet pada bandwidth 5 Mbps, dan Anda melihat kecepatan 4,2 Mbps
saat mengunduh file dari Internet, kecepatan ini disebut throughput, sehingga
dapat disimpulkan bahwa throughput lebih kecil dari bandwidth.
Contoh lain adalah
Anda terhubung ke Internet dengan bandwidth 4 Mbps. Jika Anda mengunduh file 12
MB, ternyata throughputnya 12/6 = 2 Mbps dalam 6 detik.
Throughput adalah
bandwidth aktual, diukur dalam satuan waktu tertentu dan dalam kondisi jaringan
tertentu yang digunakan untuk mentransfer file dengan ukuran tertentu.
Misalnya, jika
bandwidthnya 64 kbps, maka kami ingin mengunduh file 128 kbps dari Internet.
File seharusnya tiba di komputer kita hanya dalam 2 detik (128/64). Apa yang
terjadi? bagaimanapun adalah bahwa file tiba di perangkat kami dalam waktu 8
detik. Bandwidth sebenarnya adalah 128 kb / 8 detik = 16 kbps.
II.
Menentukan Besaran
Bandwidth/Beban Yang Dibutuhkan Untuk Komunikasi Data
1. Kebutuhan
Bandwidth Dalam Jaringan
Kebutuhan
atas bandwidth dari satu jaringan ke jaringan lainnya bisa bervariasi. Sangat
penting menentukan berapa banyak bit per detik yang melintasi jaringan dan
jumlah bandwidth yang digunakan tiap-tiap aplikasi agar jaringan bisa bekerja cepat
dan berfungsi dengan baik.
Bisa
dibuktikan oleh banyak administrator jaringan, bandwidth untuk jaringan adalah
salah satu faktor penting dalam merancang dan memelihara LAN atau WAN yang
baik. Bandwidth adalah salah satu dari elemen-elemen desain jaringan yang
biasanya dioptimalkan dengan cara terbaik dengan mengkonfigurasi jaringan
secara benar dari terminal luar.
2. Menghitung
Badwidth Jaringan
Ada
dua langkah dasar dalam menghitung bandwidth:
·
Menentukan
jumlah bandwidth jaringan yang sudah ada.
·
Menentukan
penggunaan rata-rata aplikasi tertentu.
Kedua
langkah ini harus dinyatakan dalam Bps. Jika jaringan Anda dalah GbE (Gigabyte
Ethernet), berarti tersedia 125,000,000 Bps. Ini dihitung dengan mengambil 1000
Mbps (untuk jaringan Gigabit); yang setara dengan 1 milyar (1,000,000,000) bps
dan membaginya dengan 8 untuk mendapatkan byte.(1,000,000,000 bps / 8 =
125,000,000 Bps).
Setelah
memastikan besar bandwidth jaringan, kita perlu menentukan berapa banyak
bandwidth yang digunakan aplikasi. Gunakan network analyzer untuk mendeteksi
angka Bps dari aplikasi yang dikirim melintasi jaringan. Untuk itu, Kita harus mengaktifkan kolom Cumulative
Bytes pada network analyzer.
Seteleh
itu kita harus:
·
Menangkap
traffic dari dan ke workstation pengujian yang menjalankan aplikasi.
·
Pada
jendela rangkuman decode, tandailah paket-paket pada awal transfer file.
·
Telusuri
catatan waktunya setiap satu detik lalu lihat field byte kumulatif.
Jika
kita menetapkan aplikasi mentransfer data pada 200,000 Bps, maka kita sudah
memiliki informasi untuk menghitung: 125,000,000 / 200,000 = 625. Dalam kasus
ini, jaringan sudah memadai dan tidak masalah jika ada 100 user konkuren
(terkoneksi terus-menerus).
Tapi
lihat apa yang terjadi jika kita hanya punya jaringan sebesar 100 mbps. Maka
jaringan kita ini tidak bisa mendukung lebih dari kira-kira 60 user yang
menjalankan aplikasi secara konkuren.
Inilah
yang menjadi tantangan dalam menghitung bandwidth. Jadi bagaimana kita bisa
menentukan berapa banyak bandwidth yang dibutuhkan?
Ini
berhubungan dengan aplikasi apa saja yang dijalankan yang menggunakan jaringan,
dan bagaimana performa service-level agreement (SLA) untuk aplikasi-aplikasi
tersebut.
Daftar Pustaka :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar