Rabu, 25 Maret 2020

Kebutuhan Bandwidth


Menganalisis Kebutuhan Beban/Bandwidth Jaringan


I.            Pengertian Bandwidth Dan Throughput

Bandwidth

1.      Pengertian Bandwidth
Bandwidth adalah suatu ukuran dari banyaknya informasi yang dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dalam suatu waktu tertentu. Bandwidth dapat dipakai untuk mengukur baik aliran data analog mau pun aliran data digital. Satuan yang dipakai untuk bandwidth adalah bits per second atau sering disingkat sebagai bps. Satuan ini menggambarkan seberapa banyak bit (angka0 dan 1) yang dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain dalam setiap detiknya melalui suatu media. Berikut adalah contoh tabel batasan panjang medium dan kecepatan maksimum aliran data.

Bandwidth disebut juga Data Transfer atau Site Traffic adalah data yang keluar masuk ke account anda dalam sebuah layanan sewa space hosting. Bandwidth adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi. Dalam kerangka ini, Bandwidth dapat diartikan sebagai perbedaan antara komponen sinyal frekuensi tinggi dan sinyal frekuensi rendah. frekuensi sinyal diukur dalam satuan Hertz. Sinyal suara tipikal mempunyai Bandwidth sekitar 3 kHz, analog TV broadcast (TV) mempunyai Bandwidth sekitar 6 MHz.
Bandwidth diartikan juga sebagai takaran jarak frekuensi. Dalam bahasa mudahnya, adalah sebuah takaran lalu lintas data yang masuk dan yang keluar. Dalam dunia hosting, kita di berikan jatah Bandwidth setiap bulan tergantung seberapa dalam kita merogoh kocek. Habisnya Bandwidth ditentukan seberapa banyak kita mengupload atau mendownload. Makin banyak anda melakukan aktivitas upload, ditambah makin banyaknya pengunjung yang mengakses, maka makin berkurang jatah Bandwidth yang diberikan.

2.      Fungsi Penggunaan bandwidth
Sebagai Media untuk Pengiriman Data
Jika diibaratkan dengan kabel fisik pada LAN yang biasanya digunakan sebagi penghubung koneksi LAN dengan perangkat komputer maka dalam hal ini Mengenal Bandwidth berfungsi sebagai media yang dapat menghubungkan jalannya proses transfer pada data.

Sebagai Pembatas Kecepatan Transfer
Meskipun berfungsi sebagai media penghubung jalannya proses data namun Mengenal Bandwidth juga bekerja sebagai pembatas dari kecepatan transfer data tersebut. Umumnya hal ini dimanfaatkan oleh para administrator guna mengelola jaringan supaya dapat terhindar dari tindakan pencurian data.
Sebagai Pembatas Kecepatan Pengiriman Data
Juga dapat berfungsi sebagai pembatas kecepatan pengiriman data dalam satuan waktu tertentu, biasanya digunakan oleh pihak administrator sebagai contoh pihak administrator menyediakan bandwidth 1GB perbulan dengan mempertimbangkan jumlah perangkat yang digunakan, maka batas maksimal data yang bisa dikirim hanya 1GB dan tidak bisa lebih.

3.      Macam-Macam Bandwidth
Bandwidth Analog
Merupakan rentang antara frekuensi yang terendah dengan frekuensi yang tertinggi yang digunakan pada transmisi signal radio (digital ataupun analog) dalam satuan Hertz (Hz) yang dapat menentukan banyaknya informasi yang dapat ditransmisikan dalam suatu saat.

Bandwidth Digital
Merupakan jumlah atau banyaknya data (bit) yang dapat dikirimkan dan diterima melalui sebuah saluran komunikasi tanpa adanya distorsi dalam 1 detik. Satuannya adalah bits, Byte, Kilo, Mega, Giga.
1Byte (1B) = 8bits
1 Kilobit (1kb) = 1.000bits
1KiloByte(1KB) = 8.000bits
1Megabit (1Mb) = 1000.000bits
1Gigabits(1Gb) = 1.000.000.000 bits.

4.      Faktor yang Mempengaruhi Bandwidth
·         Perangkat jaringan yang digunakan.
·         Topologi jaringan yang digunakan.
·         Tipe data yang ditransfer.
·         Banyaknya pengguna jaringan.
·         Spesifikasi komputer server.
·         Spesifikasi komputer client/user.
·         Induksi listrik maupun cuaca.

Throughput
Throughput adalah bandwidth aktual. Jika bandwidth adalah batas maksimum, throughput adalah sesuai dengan data aktual yang mengalir pada media transmisi.
Misalnya, jika Anda menggunakan Internet pada bandwidth 5 Mbps, dan Anda melihat kecepatan 4,2 Mbps saat mengunduh file dari Internet, kecepatan ini disebut throughput, sehingga dapat disimpulkan bahwa throughput lebih kecil dari bandwidth.
Contoh lain adalah Anda terhubung ke Internet dengan bandwidth 4 Mbps. Jika Anda mengunduh file 12 MB, ternyata throughputnya 12/6 = 2 Mbps dalam 6 detik.
Throughput adalah bandwidth aktual, diukur dalam satuan waktu tertentu dan dalam kondisi jaringan tertentu yang digunakan untuk mentransfer file dengan ukuran tertentu.
Misalnya, jika bandwidthnya 64 kbps, maka kami ingin mengunduh file 128 kbps dari Internet. File seharusnya tiba di komputer kita hanya dalam 2 detik (128/64). Apa yang terjadi? bagaimanapun adalah bahwa file tiba di perangkat kami dalam waktu 8 detik. Bandwidth sebenarnya adalah 128 kb / 8 detik = 16 kbps.


II.            Menentukan Besaran Bandwidth/Beban Yang Dibutuhkan Untuk Komunikasi Data

1.      Kebutuhan Bandwidth Dalam Jaringan
Kebutuhan atas bandwidth dari satu jaringan ke jaringan lainnya bisa bervariasi. Sangat penting menentukan berapa banyak bit per detik yang melintasi jaringan dan jumlah bandwidth yang digunakan tiap-tiap aplikasi agar jaringan bisa bekerja cepat dan berfungsi dengan baik.
Bisa dibuktikan oleh banyak administrator jaringan, bandwidth untuk jaringan adalah salah satu faktor penting dalam merancang dan memelihara LAN atau WAN yang baik. Bandwidth adalah salah satu dari elemen-elemen desain jaringan yang biasanya dioptimalkan dengan cara terbaik dengan mengkonfigurasi jaringan secara benar dari terminal luar.

2.      Menghitung Badwidth Jaringan
Ada dua langkah dasar dalam menghitung bandwidth:
·         Menentukan jumlah bandwidth jaringan yang sudah ada.
·         Menentukan penggunaan rata-rata aplikasi tertentu.

Kedua langkah ini harus dinyatakan dalam Bps. Jika jaringan Anda dalah GbE (Gigabyte Ethernet), berarti tersedia 125,000,000 Bps. Ini dihitung dengan mengambil 1000 Mbps (untuk jaringan Gigabit); yang setara dengan 1 milyar (1,000,000,000) bps dan membaginya dengan 8 untuk mendapatkan byte.(1,000,000,000 bps / 8 = 125,000,000 Bps).                                                 
Setelah memastikan besar bandwidth jaringan, kita perlu menentukan berapa banyak bandwidth yang digunakan aplikasi. Gunakan network analyzer untuk mendeteksi angka Bps dari aplikasi yang dikirim melintasi jaringan. Untuk itu,  Kita harus mengaktifkan kolom Cumulative Bytes pada network analyzer.
Seteleh itu kita harus:
·         Menangkap traffic dari dan ke workstation pengujian yang menjalankan aplikasi.
·         Pada jendela rangkuman decode, tandailah paket-paket pada awal transfer file.
·         Telusuri catatan waktunya setiap satu detik lalu lihat field byte kumulatif.

Jika kita menetapkan aplikasi mentransfer data pada 200,000 Bps, maka kita sudah memiliki informasi untuk menghitung: 125,000,000 / 200,000 = 625. Dalam kasus ini, jaringan sudah memadai dan tidak masalah jika ada 100 user konkuren (terkoneksi terus-menerus).
Tapi lihat apa yang terjadi jika kita hanya punya jaringan sebesar 100 mbps. Maka jaringan kita ini tidak bisa mendukung lebih dari kira-kira 60 user yang menjalankan aplikasi secara konkuren.
Inilah yang menjadi tantangan dalam menghitung bandwidth. Jadi bagaimana kita bisa menentukan berapa banyak bandwidth yang dibutuhkan?
Ini berhubungan dengan aplikasi apa saja yang dijalankan yang menggunakan jaringan, dan bagaimana performa service-level agreement (SLA) untuk aplikasi-aplikasi tersebut.


Daftar Pustaka :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar